Tampang adalah Nomor Kesekian

“Kamu tampan sekali, Mad!” kata teman saya. Namun sayang, kalimat itu terlontar ketika dia sedang melihat saya memakai helm dan masker. Saya pun maklum kenapa dia memuji saya seperti itu. Dan akhirnya saya beranggapan bahwa agar selalu terlihat tampan, saya harus memakai helm dan masker. Tapi kini, semua itu tidak penting. Saya tak ingin terlihat […]

Musim Penghujan dan Kodok Kesayangan Pak Jokowi

Hujan telah singgah di bulan November. Orang-orang mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan yang bakal terjadi: banjir dan serangan flu. Dan diantara itu semua, ada yang paling saya rindukan dari musim hujan: suara kodok yang bersahut-sahutan. Suara kodok adalah irama yang menurut saya sangat syahdu, dan setiap musim hujan tiba suara ini akan selalu meramaikan hari. […]

AADC: Ingatan Bisa Usang, Tetapi Perasaan Tidak!

Saya telat. Ada pesan masuk di akun LINE saya, tapi saya abaikan. Ketika orang-orang sudah menonton video mini drama “Ada Apa Dengan Cinta?” Versi LINE, saya malah baru nonton. Waktu nonton AADC berdurasi 10 menit ini, saya seperti dilemparkan kepada masa kecil saya. Waktu itu kalau tidak salah saya baru kelas 3 SD. Saya belum […]

Tentang Makan

“Aku makan untuk tidak makan. Bagiku makan adalah tugas yang harus segera diselesaikan supaya lekas dilupakan.” ―Ahmad Wahib (1942-1973) Makanan. Semenjak kuliah, ada kebiasaan saya yang mulai saya rubah. Kebiasaan itu adalah kebiasaan memilih-milih makanan. Kebiasaan ini, menurut saya, tidak kondusif dengan kondisi saya yang berada jauh dari orang tua. Saya yang biasanya dimanjakan oleh […]

Jangan Bunuh Spongebob! Lelucon itu milik kami!

Pada suatu malam, di sebuah stasiun TV swasta. Ada berita yang menayangkan sebuah keriuhan di gedung DPR. Tayangan ini begitu absurd, ada orang yang berteriak-teriak sembari mengacung-ngacungkan tangannya. Lalu, ada orang lainnya yang berebut menyela omongan. Dan, di tengah keriuhan itu, ada seorang dengan mata yang sendu sedang memegang palu. Setelah palu diketuk, seketika ruang […]

Semangat Bushido Seorang Dosen

“Jika tak siap perang, lebih baik bunuh diri sajalah!” Kalimat itu, terlontar langsung dari mulut dosen saya, ketika saya lupa memasukan beberapa slide tugas laporan dalam persentasi. Tentu saja saya dibuatnya gagap layaknya seorang terdakwa di hadapan seorang hakim. Dan pada saat itu juga saya sadar, Pak Dede Akhmad―dosen saya itu, sedang mendidik saya dengan […]