polisi gendut dan uang petaka

Hari ini itu cuaca terlihat cerah dan bersahabat , seperti biasa roja bersiap siap untuk menjalani rutinitasnya sebagai dosen pengajar di fakultas hukum di salah satu universitas swasta di surabaya.

Roja pun berangkat dengan mengendarai motor maticnya . Pagi itu pengendara motor cukup padat , entah mimpi apa roja semalam. Ketika sampai di pertigaan ia salah masuk jalur one way karena ia tidak tahu kalau ketika kondisi padat seperti itu diterapkanlah sistem one way atau satu jalur , alhasil ia diberhentikan oleh seorang polisi berkumis tebal dengan perutnya yang buncit

“Selamat pagi pak ”
“Bisa tunjukan surat-suratnya ?”
Perintah sang polisi

“Maaf pak maaf sekali saya tadi tidak tahu kalau jalan ini one way , soalnya biasanya tidak , saya baru tahu kalau dalam keadaan padat jalurnya di buat one way”
Roja menjelaskan dengan suara terbata bata yang menjadi tanda kalau dia grogi , memang aneh seorang sarjana hukum bahkan sudah bergelar master hukum dan pengajar ilmu hukum masih canggung dalam interogasi polisi . Ya memang itulah karakter roja , dia memang orang yang lugu ,kalem , dan kurang tegas walaupun dia adalah ahli dibidang hukum.

Tapi apalah daya kata maaf tak cukup untuk membayar kesalahannya itu .
“Iya sudah mana simnya , gimanapun alasannya kamu tetep salah jangan nyolot”

“Ini pak ” roja menyodorkan sim dan stnknya
Polisi itupun memeriksa surat-surat itu dan mulai membuat surat tilang .
“Ini surat tilangnya kamu sidang hari jumat , tapi kalau mau saya bantu dendanya 60rb ”

“Ga boleh kurang pak ? ” Roja mulai melakukan nego

“Kamu kira saya jualan sepatu apa bisa ditawar , kalau ga mau yaudah sidang saja , asal kamu tahu saja kalau kamu kena pasal ini hukumannya berat ”

Dalam hati roja bergumam
“Rupanya ni orang ga tau saya ahli hukum , saya tau pak apa isi pasal2 itu, jangan coba coba menakuti saya”
Memang dalam simnya roja hanya di cantumkan statusnya sebagai pengajar tidak ada keterangan kalau dia adalah dosen hukum.

“Yaudah pak ni ” roja pun menyodorkan uang 60rb yang diminta oleh polisi itu. Ia pada saat itu berfikir praktis karena dia saat itu terburu-buru .

“Heh kamu g punya etika ya , nyodorin uang terbuka gini ”
Polisi itu tersinggung karena roja menyerahkan uang itu secara terang-terangan .

“Kamu pernah sekolah g sih ? ” Kata sang polisi sambil menerima uang dari roja

Dalam hati sebenarnya roja merasa sangat sakit hati karena polisi itu sudah membawa bawa pendidikan. Tapi roja tak ambil hati , ia ingin masalah ini cepat selesai.

“Yaudah pak maaf , terimakasih juga pak sebelumnya ” roja berpamitan basa basi sambil menuntut motornya.

“Yasudah besok-besok jangan diulangi lagi”

Roja pun segera menancapkan gas motornya . Karena dia tak mau mahasiswanya menunggu dia telat.

–2 minggu kemudian–

Sudah 2 minggu sejak penilangan itu tetapi roja sudah tidak pernah lagi melihat polisi berkumis dan berperut buncit itu .
Karena penasaran , hari itu roja iseng berhenti di sebuah warung tegal di pertigaan itu yang biasanya digunakan polisi itu untuk makan atau sekedar melepas kelelahan .

“Bu nasi campurnya sama kopi susu ya ”
Roja pun memesan makanan dan secangkir kopi susu di warteg itu.
Sambil menyiapkan makanan dan kopinya , roja pun mulai membuka obrolan

“Oiya bu polisi yang biasanya jaga di pertigaan itu kemana ”

“Owh pak jono , yang kumisnya tebal ,perutnya buncit itu”

“Iya bu ”

“Dua minggu yang lalu , setelah makan dari sini, dia terkena musibah , dia jatuh dijalan waktu perjalanan pulang dan apesnya lagi strokenya kambuh . Dan sekarang di sedang koma di ruangan ICU.

“Innalillahi ” kata roja dalam hati .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s