Di balik kaca

Dibalik kaca. Dibalik kaca itu aku selalu melihatnya . Melihat bayangan samar yang sepertinya ku kenal . Dibalik kaca itu seolah ada seorang anak kecil dengan tawa kecil dan senyuman simpul . Dibalik kaca itu dia seperti memberi isyarat dengan senyumannya . Ku ingin tahu siapa dia sebenarnya . Dia seakan sudah mengenalku begitu akrab . Aku ingin tahu apa maksud dari tawa dan senyumnya . Aku sangat ingin tahu tentangnya , tetapi aku terlalu di sibukkan oleh masalahku sekarang . Masalah yang telah membuatku kehilangan tawa ─sehinggaku menjadi bungkam .

” Kenapa aku menjadi seperti ini ?” . Ku bertanya pada diriku sendiri , tetapi diriku pun hanya bisa mengeluh.

Dan pagi itu tiba-tiba bocah yang ada dibalik kaca itu tersenyum kepadaku dengan raut wajah yang sangat ku kenal. Dan saat itu ku sadari siapa dia ,

Dia adalah aku sendiri ─dia adalah masa kecilku dimana aku selalu tertawa riang dan bahagia

─Di dedikasikan untuk mereka yang dihinggapi kesedihan

Setidaknya tulisan ini menjadi intropeksi kita .

2 thoughts on “Di balik kaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s