Hargain gue dong | Mercy Absurd Story #2

Mercy Absurd Story #2

Mercy Absurd Story merupakan kumpulan cerita yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari gue . Gue ngerasa dalam keseharian gue banyak nemuin cerita-cerita absurd yang kayaknya enak deh kalo di share di blog . Nah, selain itu dalam cerita absurd gue ini , gue juga bakal nyelipin moral value-nya (Eciee udah kayak dongeng aja hehe ) di setiap akhir cerita . Dan gue berharap cerita ini bermanfaat buat kalian semua pengunjung di blog gue . Doain yah biar istiqomah . Insya Allah bakal ada Mercy Absurd Story tiap seminggu sekali . *amin*

============================================================================================

Pertama–tama, upayakan untuk mengerti , baru ingin di mengerti

-Stephen Covey-

Mungkin ini adalah cerita paling absurd dalam hidup gue , dan cerita ini berdasarkan pengalaman di waktu kecil dulu (di waktu muka masih unyu dengan poni ala The Beatles ) . Cerita ini bener-bener absurd . Jadi percaya atau g percaya kalian semua harus percaya (#maksa haha )

Begini ceritanya .

Waktu itu di siang yang meradang , gue yang masih unyu pergi keluar rumah untuk mencari sesuap jajanan khas anak-anak . Dan konyolnya waktu sampai di warungnya , gue lupa bawa duit . Akhirnya gue pun balik lagi karena ga bawa duit dan malu kalau ngutang lagi ( gue dari kecil udah hobi ngutang ckckckck #janganditiru) . Tetapi di tengah jalan perjalanan pulang , gue melihat sebuah tontonan seru sekali . Ada dua ibu-ibu sepertiga baya (maksudnya masih muda ) yang lagi jambak-jambakan . Sebut saja itu ibu A dan ibu B . Si ibu A menjambak ibu B sambil mencengkram mulutnya . Sedangkan ibu B  menjambak rambut danmencengkram wajah ibu A — sehingga memunculkan bekas cakaran yang jelas di pipi mulus ibu A . Saking serunya nonton ibu-ibu lagi berantem , gue sampai lupa tujuan awal gue tadi apa . Malahan gue asik sendiri dengan tontonan seru ini . Tontonan yang tak seharusnya di tonton oleh anak seumuran gue , karena penuh aksi kekerasan . Ini tontonan orang dewasa . Banyak adegan yang sebenarnya perlu disensor , bahkan mungkin harus dilarang seperti acara smackdown itu (Don’t try this at home ). Dan untunglah pada saat itu pak RT dan warga segera melerai kedua ibu-ibu gaul itu . Gue juga akhirnya pulang dengan wajah berkeringat setelah menyaksikan pertarungan sengit tadi .

Kesokan harinya gue dapat cerita dari mulut tetangga gue yang maen kerumah gue (biasa bok langsung jadi #TrendingTopic) . Rupanya akar masalahnya adalah ; berawal dari ibu A yang membakar gundukan sampah di depan jemuran ibu B . Karena tidak terima atas perlakuan tak senonoh ibu  A , ibu B pun langsung melabrak ibu A dengan memukulkan remote TV yang di pegangnya saat itu ( Jadi ceritanya ibu B  nonton TV sambil nunggu jemuran kering ) . Karena saling tidak terima , akhirnya peperangan itu pun pecah . Mereka saling jambak dan saling pukul . Dan tak jarang sesekali mempraktekkan adegan smackdown yang kasar itu .

Nah , misalkan saja tadi  ibu B bisa sedikit sabar dan tenang , mungkin peperangan itu tak perlu terjadi . Sebaliknya ibu A juga harusnya menghargai ibu B dengan tidak membakar sampah di depan jemuran ibu B . Semuanya akan baik-baik saja kalau semuanya saling menghargai . Oke guys , mulai sekrang belajar saling menghargai dan mengerti orang lain dulu ya . See you😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s