4 Sekawan | 4 Orang yang mencari makna hidup #NarasiBebas

I’m surrounded by angels. I call them my best friend ♥

 

Lots of people want to ride with you in the limo, but what you want is someone who will take the bus with you when the limo breaks down.

Oprah Winfrey

Siang itu di Royal Plaza Surabaya

Empat orang yang saling bertemu dan berbincang-bincang. Mulai dari masalah kuliah sampai masalah cinta. Mulai cerita sedih sampai cerita bahagia. Mereka berbaur menjadi satu. Saling berbagi cerita , sembari mencari makna. Mereka itu adalah :

 

AKU

Lelaki biasa dengan sejuta mimpi. Tak punya apa-apa selain mimpi. Lelaki yang sering terseok-seok dalam kegagalan hidup. Tapi selalu optimis akan keajaiban-Nya. Sembari berlari mengejar mimpi-mimpinya itu—ia juga menyempatkan diri untuk mencari hikmah diantara mozaik-mozaik kehidupan yang tercecer.

TYTYS

Perempuan luar biasa dengan sejuta talenta.Bermata sipit berhidung mungil. Hidupnya sederhana, tetapi beberapa hari ini dia menghadapi beberapa masalah pelik soal—cinta. Tetapi aku yakin dia adalah wanita sederhana berhati samudra. Jadi dia pasti sudah matang dalam menghadapinya.

ARDHAYA

Lelaki berkulit eksotis bermental baja begitulah menurutku. Mentalnya sudah di tempa saat ia mendapatkan pendidikan satu tahun di jurusan bea cukai STAN. Tapi sepertinya dia juga sedang menghadapi masalah yang cukup pelik sekarang. Dia masih harus sabar untuk menunggu proses penempatan pegawai bea cukai, karena memang saat ini statusnya masih sebagai pegawai magang.

ISMAYA

Perempuan yang satu ini menurutku berbeda dengan perempuan seusianya. Dia hampir mirip dengan tytys, karena dia juga memiliki hidung yang mungil dan badan yang mungil pula. Dia adalah perempuan yang selalu ceria. Pembawaannya yang selalu ceria itu selalu bisa mengisi kekosongan. Itu membuat suasana yang dingin menjadi hangat. Sama halnya seperti Tytys dia juga sering mengahadapi masalah pelik soal cinta, tapi ia tak pernah ambil pusing.

 

Siang itu mereka berbincang-bincang dengan arah yang tak menentu. Begitu random. Aku dan Ardhaya asyik membahas tentang suasana baru Ardhaya di tempat kerjanya. Ardhaya juga masih bingung dengan penempatannya. Tetapi Aku mendoakan Ardhaya semoga ia ditempatkan di daerah bandung. Dengan begitu Aku dan Ardhaya akan bisa bersama-sama menyisir kota bandung nan indah itu. Tetpi disini Aku dan Ardhaya jarang sekali membahas topik tentang kisah hati masing-masing.

Sedangkan Tytys dan Ismaya membahas sesuatu yang paling umum untuk dijadikan bahan gosip : Lelaki.

Mereka begitu asyik dengan topik itu. Apalagi Tytys yang baru saja ditinggal pergi lelaki paling yang dicintainya setelah Ayah dan Kakaknya. Ia merasa begitu sensitif dengan bahasan ini karena lelaki itu pergi karena wanita lain. Tytys dan lelaki itu sudah cukup lama dalam menjalin hubungan hati mereka. Saat itu Tytys masih tercatat sebagai siswa baru, sedangkan lelakinya adalah seniornya yang duduk di kelas tiga. Tadinya hubungan mereka biasa-biasa saja. Tapi karena lelaki itu terus menerus mendekatinya, akhirnya Tytys luluh juga. Di saat yang hampir bersamaan, Aku harus mengubur dalam-dalam harapannya pada Tytys. Karena diam-diam rupanya Aku juga menyelipkan harapan pada Tytys. Itu karena memang Aku lebih dulu mengenal Tytys. Tetapi kini Tytys dan Aku sudah menjadi sahabat yang selalu mengisi.

Lalu di sisi lain Ismaya juga mempunyai kisah tentang hati juga. Berbeda dengan Tytys yang kisahnya agak miris, Ismaya justru sedang bahagia bahagianya dalam menjalin hubungan dengan lelaki yang katanya berbadan six-pack itu. Ismaya menceritakan kepada Aku, Ardhaya dan Tytys kalau lelaki yang dicintainya saat ini adalah lelaki yang hebat : cerdas, tampan dan penuh pengertian. Maka dari itu Ismaya sangat menikmati hubungannya walaupun usianya masih seumur jagung.

reyeslove:  cheesemonsterr:  cel1677:  So TRUE! My Bests are people who became part of me and my family. We’re sisters by heart..  grateful to God by giving them to me, love you mga Bessy ko!

Setelah berbincang-bincang sekian lama, akhirnya perut mereka mulai meronta-ronta. Dan mereka pun segera mencari tempat yang nyaman untuk mengisi perut sembari berbincang.

Tempat pun sudah di tentukan. Mereka memilih sebuah restoran sederhana di situ dengan harga yang sederhana pula.

Dari sini Aku mengamati sebuah perlambang yang tersirat di  bola mata Ardhaya, Tytys dan Ismaya.

Ardhaya : Matanya seakan menyiratkan ketenangan, ketegasan dan selera humor yang tinggi. Dan tentu tetap terselip rasa gugup menunggun pengumuman penempatan

Tytys : Matanya begitu kental dengan suasana hening dan sunyi. Agaknya memang itulah yang ia butuhkan sekarang.

Ismaya : Dalam matanya tak ada perlambang yang begitu kentara. Tetapi riak-riak keriangan selalu berbinar di matanya.

 

Dan dari itu semua akhirnya mereka berempat pergi menuju arahnya masing-masing. Arah yang bisa mengantarkan mereka pada apa-apa yang menjadi tujuan mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s