My Mom Is Hero | #HariIBU

Kandungan

Ia merenda baju mungil dan harapan

Rahim yang subur menyimpan sebagian angan-angan.

 

Lesu dibebani kandungan dan mimpi yang bersarang di dada

Dipuasi diri dengan beras mentah dan mangga muda.

 

Yang tergolek dikandung dicita bunga hidupnya

Dendangnya dilagukan sekarang, menyanyi pula podang

Terbayang sudah sepasang mata menggenggam separo dirinya.

 

Dan lakinya memandang dengan pandang warna teja

Merasa sebagian dari nyawa di rahim istrinya juga

Keduanya bertatapan, bicara dalam kediamannya

Terungkap peraman rasa memberi warna pada senja.

 

Lalu lelaki itu membelai perut istrinya

Dicium pada pusar dengan hangat rindu sorga

Terasa menggronjol bayi di rahim manja

Perempuan itu menggigit punggung lakinya.

W.S Rendra, 1961.

Itulah salah satu puisi W.S Rendra yang begitu menghujam batin saya. Bagaimana di dalam puisi itu Rendra berusaha menggambarkan perjuangan seorang ibu saat proses melahirkan. Berjuang demi keselamatan sang jabang bayi. Walaupun terkadang nyawanya sendiri yang harus dikorbankan. Ibu adalah sosok pahlawan sejati. Berjuang mati-matian untuk nyawa kita. Jasa-jasanya luar biasa.

Saat membaca puisi itu saya juga merenung. Dulu pasti ibu saya juga berjuang mati-matian saat melahirkan saya, walaupun saya tidak tau persis proses kelahiran saya .Tetapi saya pernah mendengar cerita dari ayah katanya waktu melahirkan saya itu susahnya minta ampun. Saat kepala saya hampir kelihatan, eh saya justru masuk lagi tak mau keluar dari rahim ibu. Jujur saat mendengar cerita itu saya jadi sadar bahwasanya sejak proses kelahiran saja saya sudah menyusahkan.

Di tambah lagi, cerita ketika saya masih berumur balita. saya suka sekali mengompol sembarangan—tak pandang tempat dan waktu. Lalu ketika mulai memasuki usia kanak-kanak, saya pernah memasukan tangan kedalam larutan gula merah yang panas dan mendidih. Dan akibatnya tangan saya melepuh. Lalu ibu saya langsung membawa saya ke puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Ibu saya juga sempat menangis ketika mendengar pernyataan dari dokter, akan ada bekas atau cacat pada tangan saya. Tetapi alhamdulillah berkat doa dan perawatan ibu saya tangan saya tidak cacat dan bekas, bahkan sekarang bisa membuat tulisan ini.

I love you, Mom no79205

Kenakalan saya belum usai sampai di situ. Waktu TK saya pernah melakukkan hal yang memalukan juga. Saya pernah poop di kelas. Dan akhirnya ibu saya yang saat itu sedang mengurus adik ketiga saya yang masih bayi, bergegas ke sekolah ke sekolah untuk mengurusi saya. Benar-benar menyusahkan saya ini. Belum cukup di situ saja, saat masa remaja menuju dewasa juga saya masih sering menyusahkan ibu saya. Dan durhakanya saya juga pernah membantah omongannya ( Ya Allah maafkan hambamu ini ). Tetapi cinta dan kasih sayangnya tak pernah pudar. Saya baru sadar dan benar-benar merasakan cintanya ketika sekarang saya jauh dari ibu saya. Memang benar kata mas Iwan Setyawan : “ Cinta ditempat yang terasing akan tumbuh dengan subur”

Cinta dan kasih sayangnya memanglah takkan pernah bisa kita balas. Tapi setidaknya bisa melihat kita sukses dan bahagia itulah kado terindah bagi ibu kita. Selamat hari ibu. My Mom and your Mom is Hero !

Catatan buat mama :

Ma, maafin aak, misalkan selama ini aak banyak bantah omongan mama. Aak belum bisa ngebahagian mama. Maafin aak ma. Makasih atas doa-doa dan kasih sayang mama.’ Hiks ( Sumpah pengen nangis kalau ngebahas sosok ibu)

 

 

3 thoughts on “My Mom Is Hero | #HariIBU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s