Mengerti Cinta di kelas Cinta | #Akber03 #KelasCinta

Hari sabtu tertanggal 16 Februari 2013 bisa dibilang adalah hari keberuntungan buat saya. Karena pada hari itu saya beruntung sekali bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kelas gratis di Akademi Berbagi Surabaya. Sebenarnya saya sudah mengetahui info tentang Akademi Berbagi, sejak setahun lalu tapi baru pada tanggal 16  itulah saya baru bisa mengikuti kelasnya. Dan pada kelas pertama itu juga saya beruntung mendapatkan materi yang temanya klop sekali dengan yang saya butuhkan saat ini. Ya, temanya tentang ‘Cinta’  yang dikemas dalam tagline “bahasa cinta dalam dunia PR”. Saya kira tadinya judul itu hanya terkait dunia PR saja, eh gtaunya luas banget, terkait kehidupan juga. Klop banget deh pokoknya hehehe. Entah ini kode alam atau apa. Yang pasti, materi tersebut sangat bermanfaat bagi saya.

Mbak Ivone—Public Relations Telkom Ketintang Surabaya—narasumber pada acara itu, sangat cakap dalam menyampaikan materi tersebut. Ya, itu karena beliau sudah tinggi jam terbangnya dan sudah kenyang makan asam garam dalam dunia PR. Ini membuat saya semakin antusias ketika menyimak materi yang disampaikannya. Selain itu penampilan Mbak Ivone yang good-looking dengan pakaian yang fashionable semakin menjadi nilai tambah untuknya. Ya kalau begini kan saya bisa semakin fokus sama Mbak Ivonenya materinya hehehehe😀.

                Dari sini saya juga semakin ngerti apa sih cinta itu, bukan sekedar tahu tapi juga ngerti. Kan yang namanya tahu sama ngerti kan beda. Kalau kita bisa ngerti biasanya kita akan lebih bijak dalam menyikapinya.

                Ada 4 poin penting yang saya rangkum dari semua materi yang telah disampaikan oleh Mbak Ivone. 4 poin itu adalah :

  1. 1.       Jangan kerdilkan makna cinta

Poin ini adalah poin pertama yang disampaikan oleh Mbak Ivone. Belum-belum, kalimat “Love Is Universal” Sudah terpampang di slide powerpointnya. Kata Mbak Ivone : “kita seringkali mengkerdilkan makna cinta itu sendiri.” Iya ini saya alami sendiri. Dulu waktu masih jadi ababil (abg labil) gambaran tentang cinta adalah : sepasang kekasih yang sedang memadu kasih. Dan akhirnya kasihan setelah satu diantaranya patah hati #eaa. Maklum saja, mungkin gambaran seperti ini merasuk ke alam bawah sadar saya karena dulu saya sempat candu sama yang namanya FTV hehehe ( maklum masih ababil 😀 ).

                So, cinta itu maknanya luas. Ga melulu menyangkut sepasang kekasih tetapi bisa juga menyangkut segala aspek kehidupan seperti hubungan cinta anak dengan orang tua didalam keluarga, hubungan cinta guru dengan murid dalam dunia pendidikan, dan hubungan cinta seorang pekerja dengan pekerjaannya.

  1. 2.       Cinta itu selalu ada takarannya, cinta bisa menjadi liar jika tanpa takaran

Lalu setelah menekankan kembali bahwa makna cinta itu luas, Mbak Ivone juga mengingatkan bahwa yang namanya cinta itu selalu ada takarannya. Ini agar cinta itu tidak menjadi cinta yang liar. Tetap menjadi cinta dalam porsi normal. Karena kalau cinta ini tidak ada takarannya bisa merugikan diri sendiri malah. Bahkan mungkin merugikan orang terdekat yang kita cintai. Disini Mbak Ivone memberikan contoh cinta yang liar itu ketika seseorang begitu mencintai pekerjaannya, sampai-sampai dia melupakan kesehatannya dan kebersamaannya dengan keluarga. Mencintai pekerjaan itu sah-sah saja asalkan tetap pada porsi yang proporsional. Karena cinta itu sendiri sebenarnya sudah ada porsinya masing-masing.

                Dan contoh tadi mungkin adalah contoh umum yang sudah sering dibahas. Ada lagi contoh liar yang liarnya sungguh sangat berlebihan atau bisa dibilang lebai. Mbak Ivone bercerita tentang kasus bunuh diri seorang mahasiswi dari perguruan tinggi swasta di Surabaya yang bunuh diri hanya karena pacarnya tidak hadir di acara ulang tahunnya. WOW, betapa lebainya cinta yang seperti itu. Dia bunuh diri hanya karena masalah yang sederhana seperti itu. Apakah mungkin ini adalah dampak dari tayangan-tayangan lebai itu ? hmm… entahlah.

  1. 3.       Cinta membuat kita berfikir makro

Ketika berbicara cinta, seharusnya kita terlebih dahulu memahami esensi dari cinta itu apa.

Dan Mbak Ivone sekali lagi mengingatkan esensi cinta yang sesungguhnya. Kata Mbak Ivone : “Esensi cinta itu memberi. Memberi secara tulus.”  

Dalam hal ini Mbak Ivone memberikan contoh dari pengalamannya ketika menghadapi orang-orang yang selalu memikirkan keuntungan—feedback untuk dirinya dulu. Bukan untuk kepentingan bersama. Bukan untuk keuntungan tempatnya bekerja. Bukan untuk kepentingan banyak orang yang bisa kita ajak untuk menikmati indahnya berbagi. Ini indikasi bahwa dia belum mencintai pekerjaan, atau mungkin dia masih memiliki pola pikir—mindset mikro yang membuatnya berfikir pada level mikro. Karena jika dia berfikir makro, dia pasti berfikir bagaimana dia bisa bermanfaat bagi orang banyak.

 

  1. 4.       Cintailah apa yang kita kerjakan ( Passion )

Dan yang terakhir poin yang saya pahami adalah poin tentang mencintai pekerjaan kita. Mencintai profesi kita. Mencintai apa yang kita lakukan. Inilah poin yang paling mengena dihati saya.

                Mbak Ivone menjelaskan : “JIka kita sudah mencintai pekerjaaan kita. Mencintai profesi yang kita geluti. Kita bisa bekerja secara professional dan proporsional.” Beliau juga mengutip salah satu kutipan dari salah satu CEO (Maaf saya lupa nama CEOnya hehehe ) : jika kita sudah bisa bekerja dengan cinta, kita akan bisa menerapkan konsep ‘lead by heart, manage by head’. Inilah yang disebut professional dan proporsional dalam bekerja.

                By the way, setelah Mbak Ivone membagikan semua ilmunya, rupanya masih ada pertanyaan yang bergelayutan dalam benak saya. Mbak Ivone ini dulu kuliah Public Relation dimana sih ? di jurusan komunikasi kampus mana sih ?

                Dan ketika pertanyaan-pertanyaan itu menghantui saya. Tiba-tiba mbak Ivone bertanya kepada kami : “ Kalian tahu gak saya dulu kuliahnya apa ?”, pertanyaaan Mbak Ivone itu begitu menyentak. Seakan-akan beliau bisa membaca isi hati saya.

                “Saya dulu itu kuliah di jurusan Elektro,” ucap Mbak Ivone mengagetkan kami, “ saya itu dulu ditelkom mikirnya kalau di bagian elektro itu sudah banyak jadi misalkan pengen tetep survive ya harusnya dibidang lain. Maka dari itu saya masuk di bagian Public Relationsn-nya. Dalam dunia kerja yang penting kita itu harus memiliki 3 komponen penting yang terdiri dari 1. Competence, 2. Skills, 3. Attitude ”

Pernyataan Mbak Ivone ini seketika membuat saya menyimpulkan bahwasanya : “ Orang komunikasi belum tentu dulunya sarjana komunikasi. Orang yang sekarang kuliahnya di jurusan kedokteran belum tentu pula nanti akan menjadi dokter. Karena sesungguhnya yang kita cari di dunia kampus itu bukan ilmu yang sesuai dan berhubungan dengan dunia kerja kita nanti, tetapi yang kita cari adalah bagaimana kita bisa mengembangkan pola pikir kita.”

Mbak Ivone mungkin hanya segelintir orang yang bekerja di posisi yang berbeda ilmunya dengan ilmu yang ia ambil semasa kuliah dulu. Masih banyak lagi orang-orang hebat seperti Mbak Ivone ini. Sebut saja Chairul Tanjung. Beliau dulunya kuliah di jurusan kedokteran gigi UI, tapi sekarang beliau malah menikmati posisinya sebagai pengusaha papan atas di Indonesia.

                Saya juga harus mengaplikasikan nilai-nilai ini dalam kehidupan saya pula. Mungkin saya sekarang kuliah di jurusan Administrasi Publik yang identik dengan birokrat, pegawai negeri sipil, aparatur pemerintahan. Tetapi siapa tahu suatu saat saya malah bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan jurusan saya itu. Ya, siapa tahu saya jadi Public Relations di salah satu corporate besar seperti Mbak Ivone. Siapa tahu kan😀

                Pokoknya kalau kita sudah mencintai pekerjaan kita, kita tidak harus bekerja selamanya seperti kutipan konfusius yang terkenal itu loh.

                Dan untuk terakhir kalinya Mbak Ivone berpesan kepada kami para Akberians : “ Jangan pernah lupa untuk menyelipkan cinta pada setiap langkah kita.”

Pesan itupun akan selalu saya tanamkan di alam bawah sadar saya.

                Terimakasih Mbak Ivone atas ilmunya yang bermanfaat ini ( NB: Mbak Ivone, You are my role model😀 ) dan makasih juga buat Akber Surabaya karena telah menghadirkan seorang guru yang ilmunya WOW banget. Makasih juga buat Roti Boy & Teh Kotaknya. Semoga nanti bisa ikutan kelas akber gratis lagi. Amin.

 

Salam hangat penuh cinta❤

Rakhmad HP @rahmad_mercy

3 thoughts on “Mengerti Cinta di kelas Cinta | #Akber03 #KelasCinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s