Merawat Rindu | #Narasi

Merawat Rindu

dream, boy, boys, broken

“Apa yang kau ketahui perihal  rindu ?” gadis itu bertanya pada rintik hujan. Tatapannya dalam tapi kosong.  Air mukanya tenang tapi seakan ada aura lain pada wajahnya. Gadis itu termenung. Mematung tanpa melakukkan apa-apa. Ia tenggelam dalam hening yang diselingi irama hujan.

Dia menunggu orang yang ia kasihi. Orang yang pernah berbagi gigil dalam suasana seperti ini. Hujan yang elegan. Tetapi sayang, kini orang yang ia rindukan itu tak pernah lagi memberi kabar. Sepertinya orang itu lupa bagaimana cara menjawab ‘rindu’. Ia gagap dalam membaca pesan rindu. Atau mungkin, tempatnya sudah terlalu jauh, sehingga jawaban itu tak tersampaikan.

 

Yang pasti, gadis itu tetap menunggu. Sampai nanti. Sampai mati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s