Pilihan Seorang Anas | #MyOpinion

Kualitas manusia sesungguhnya terletak pada pilihan-pilihan yang diambilnya.

—Albus Dumbledore ( Salah satu tokoh dalam serial ‘Harry Potter’)

Kemarin, saya baru saja meminjam salah satu buku karangan Anas Urbaningrum yang berjudul ‘Revolusi Sunyi’. Buku ini berisi analisis-analisis Anas tentang bagaiamana cara demokrat memenangkan Pemilu 2009 secara signifikan. Dimana yang notabene demokrat tadinya adalah sebuah partai baru nan kecil.

Saya tertarik pada buku ini karena penasaran dengan kapasitasnya semasa menjadi pengamat politk. Selain itu, saya juga tidak ingin hanyut dalam  ‘olok-olok (sarcasm)’ perihal gantung Anas di Monas yang dilontarkan padanya setelah ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Saat ini saya ingin melihat Anas Urbaningrum dari kacamata yang berbeda.

Saya bukan loyalis Anas. Saya juga bukan partisipan partai Demokrat. Tetapi disini saya ingin melihatnya ketika Anas masih menjadi pengamat politik. Buku ini bisa dibilang buku yang cukup berbobot. Analisis berdasarkan data dan teori yang disajikan dalam buku  ini semakin mengukuhkan Anas sebagai pengamat politik. Ditambah lagi dengan elaborasi yang baik darinya. Walaupun ada beberapa bab yang mugkin subjektif. Seperti ketika dia memaparkan perihal buku ‘gurita cikeas’. Dia terlihat sangat subjektif ketika menjelaskannya.

Dan ketika melihat kapasitas Anas sebagai pengamat politik, dalam benak saya sempat berujar : “Anas ini aneh. Sudah nyaman posisinya sebagai pengamat politik, eh malah sekarang terjun ke dalam dunia yang menjadi pengamatannya itu. Dan akibatnya dia sekarang malah tertimpa masalah-masalah yang membuatnya jadi objek pengamatan para pengamat-pengamat politik lainnya.”

Pendapat seperti ini sempat terbersit dalam benak saya. Tetapi bagaimanapun, terjun langsung ke dunia politik itu adalah pilihannya. Dia memilih pilihan itu dan siap menanggung setiap konsekwensinya. Salah satunya adalah masalah hukum yang menjeratnya saat ini. Sudah barang tentu itu telah memperhitungkan oleh Anas jauh-jauh hari.

Saya tentu saja tidak bisa menganggu gugat pilihan Anas, karena memang itu pilihannya. Memilih jalan hidup sebagai ‘Politikus’.

“…… Everybody has their private world…” tulis Eminem dalam lirik lagunya yang berjudul Beautiful. Cukup rawat dunia dalam dirimu terlebih dahulu. Setiap orang mempunyai dunia dalam pribadinya masing-masing. Mungkin itu yang ingin disampaikan Eminem dalam lagunya ini, termasuk mungkin pilihan-pilihan yang diambil oleh setiap orang. Tak terkecuali Anas Urbaningrum.

Semoga pilihan-pilihan tersebut bisa menentukan kualitas hidup kita sebagai manusia seutuhnya atau sebaliknya.

Dan semoga kebenaran-kebanaran di negara kita ini segera menemukan sinarnya.  Amin

 

11 thoughts on “Pilihan Seorang Anas | #MyOpinion

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s