Ca(r)pe(k) Diem ? | #MyOpinion #RefleksiDiri

Bagi manusia tidak ada kini tanpa tadi dan tanpa nanti ; dalam kekiniannya manusia adalah jembatan antara kenangan dan dambaan.

—Fuad Hassan ( Pentas Kota Raya hal 15 )

Sekarang ini saya sedang kecanduan membaca buku-buku karangan Alm. Prof Fuad Hassan—mantan menteri pendidikan dan mantan guru besar psikologi UI . Prof Fuad ini orang hebat. Cerdas luar biasa menurut saya. Walaupun saya belum pernah bertemu dengan beliau sebelumnya, tetapi dari tulisan-tulisannya saya bisa melihat kecerdasannya. Kecerdasannya begitu kentara  ketika beliau merangkai kata dalam balutan intelektualitas ( terimakasih buat teh Nia yang sudah mengenalkan saya dengan Prof Fuad Hassan😀 ).

Banyak istilah-istilah asing yang saya temui ketika membaca tulisan-tulisannya. Seperti bahasa-bahasa latin yang terkenal : “cogito ergo sum- Aku berpikir maka aku ada”,”Carpe Diem-Petiklah hari ini”,dan “Memento Mori-Ingatlah bahwa kau akan mati.”

Dan dari semua istilah itu yang paling saya suka adalah Carpe Diem. Tadinya istilah ini saya kira artinya adalah capek langsung diem., eh rupanya artinya petiklah hari ini hehe. Arti yang ambigu karena yang dipetik apa coba ? hehehe

Istilah ini juga sering saya temukan di bio-bio teman saya. Entah apa motifnya, apa memang dibuat slogan motivasi atau hanya sekedar ikut-ikutan biar terlihat kece ( ini termasuk saya hehe).

Lalu, setelah saya membaca buku Pentas Kota Rayanya Prof Fuad saya jadi makin paham apa itu Carpe Diem. Inti dari pesannya sih jadilah orang yang berorientasi pada kekinian. Masa lalu biarlah berlalu, dan masa depan jangan sampai membuat kita resah-gelisah-gunda-gulana-galau, pokoknya gitulah inti pesannya hehehe. Carpe Diem sendiri seringkali diasosiasikan dengan slogan kaum dihedonis ( kaum yang hobinya seneng-seneng mulu), yang menganggap bahwa hari ini adalah hari kita. Kita harus senang-senang pokoknya di hari ini.

Nah disini saya melihat dari sudut positifnya saja. Saya tidak menafsirkan Carpe Diem itu dari sudut pandang kaum hedonis, tetapi saya justru melihatnya dari sudut pandang kata-kata mutiara hikmah “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin”. Maksudnya kita harus memanfaatkan hari ini dengan kegiatan yang bermanfaat. Ini juga sejalan dengan pesannya Leo Tolstoy — Sastrawan besar Rusia itu. Dia berpesan memalui kisah seorang raja yang bingung dengan pertanyaan : “kapankah waktu yang terbaik ?’ jawabannya ya waktu sekarang ini.

Sekarang saya sudah tau makna Carpe Diem itu apa, dan semoga saya bisa benar-benar menghayati makna itu secara total. Dan rasanya paparan ini semua mengingatkan saya pada lagunya NickelBack yang berjudul : “If Today was Your Last Day”

Hmmm serem juga ya. Jika hari ini adalah hari terakhirmu. Bismillah semoga hari-hari kita semua barokah. Amin

( Berhenti nulis karena cape langsung diem dan merinding sendiri )

.

One thought on “Ca(r)pe(k) Diem ? | #MyOpinion #RefleksiDiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s