Hujan. Deras. Sekali

Bulan pertama di tahun 2014 disambut dengan hujan-hujan yang deras. Orang-orang yang tinggal di kota-kota besar dibuat kerepotan karena hujan yang deras. Jalanan tergenang air. Air masuk kedalam rumah. Pakaian-pakain basah tak kunjung kering. Yah, pokoknya semua dibuat kerepotan oleh hujan. Hujannya berlebihan. Hujannya deras sekali, tiap hari hujan. Eh tapi tunggu dulu, bukankah sikap berlebihan itu tak pernah dimiliki oleh hujan? Bukankah hujan hanya turun sesuai kehendak Tuhan? Siapakah yang berlebihan?

Kita atau hujan?

Mungkin kitalah yang berlebihan. Berlebihan dalam mengeluh. Berlebihan dalam kelalaian. Berlebihan dalam segala hal. Sampai kita lupa memaknai ini : “Nikmat mana lagi yang kalian dustakan?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s