Semangat Bushido Seorang Dosen

“Jika tak siap perang, lebih baik bunuh diri sajalah!”

Kalimat itu, terlontar langsung dari mulut dosen saya, ketika saya lupa memasukan beberapa slide tugas laporan dalam persentasi. Tentu saja saya dibuatnya gagap layaknya seorang terdakwa di hadapan seorang hakim. Dan pada saat itu juga saya sadar, Pak Dede Akhmad―dosen saya itu, sedang mendidik saya dengan nilai-nilai laku hidup Bushido. Itu jelas tersirat dalam kalimat tadi. Beliau, mengajarkan untuk berani menghadapi masalah dan jangan mau jadi pecundang!


Bushido Bushido (Kanji: 武士道 “tatacara ksatria”) adalah sebuah kode etik keksatriaan golongan Samurai dalam feodalisme Jepang. Bushido berasal dari nilai-nilai moral samurai, biasanya sering ditekankan pada beberapa kombinasi dari kesederhanaan, kesetiaan, penguasaan seni bela diri, dan kehormatan sampai mati.
Nilai-nilai semcam itu, juga saya temukan dalam pribadi Pak Dede Akhmad. Tentu saja tak sepenuhnya saya tahu laku hidupnya setiap hari, tetapi, sejauh pengamatan saya sebagai muridnya, saya temukan 7 prinsip bushido dalam dirinya. Itu saya tandai dalam beberapa sikap dan kebiasaannya.
1. Gi (義 – Integritas)
Menjaga Kejujuran
Kejujuran adalah salah satu sikap yang sangat ditonjolkan oleh Pak Dede Akhmad. Dia adalah orang yang sangat membenci kebohongan dan penipuan. Dia pasti marah besar jika tahu bahwa salah seorang mahasiswanya memalsukan tanda tangan absen. Dan dia juga bisa murka sekali jika ada seorang mahasiswanya yang ketahuan mencontek di saat ujian.
2. Yū (勇 – Keberanian)
Beliau termasuk salah satu dosen saya yang berani dalam menghadapi suatu masalah. Rasa-rasanya, beliau tak pernah memiliki rasa takut barang secuilpun.
Bila ada seorang mahasiswanya yang berbuat onar di kelas, tak segan-segan beliau menegurnya. Bahkan, jika si mahasiswa tak bisa diingatkan, Pak Dede Akhmad akan menantangnya untuk berkelahi!
3. Jin (仁 – Kemurahan hati)
Meskipun dalam caranya mengajar ia terkesan galak, tetapi sebenarnya beliau adalah dosen yang sangat ramah. Kesan itu saya tangkap dari cara penyampaian materinya yang disampaikan berulang-ulang kali jika para mahasiswa belum paham juga. Seperti ketika dalam mata kuliah praktek Komputer program SPSS, beliau mendatangi mahasiswanya satu-persatu.
Pernah juga beliau dengan ramahnya berdiskusi dengan saya perihal bacaan menarik yang ingin saya baca. Dan wow, wawasan beliau tentang buku juga sangat luas. Nama Ahmad Wahib dan Mahbub Djunaidi saya tahu dari beliau.
4. Rei (礼 – Menghormati)
Beliau ini juga termasuk orang yang tak suka menghina orang lain. Perkataannya selalu sopan dan menyanjung, sehingga orang yang diajak bicara selalu merasa terhormat.
5. Makoto atau (信 – Shin Kejujuran) dan Tulus-Ikhlas
Bisa dibilang, nilai inilah yang paling menonjol dalam pribadinya. Beliau tak pernah keberatan melayani bimbingan mahasiswa skripsi mahasiswa meskipun tidak di bayar sekalipun. Pernah juga beliau menawarkan pada kami untuk menyelenggarakan workshop kecil tentang cara pembuatan skripsi. Dan itu semua ditawarkannya secara cuma-cuma alias gratis!
6. Meiyo (名誉 – Kehormatan)
Menjaga kehormatan adalah sikapnya ketika sedang mengajar. Bila ada mahasiswa yang membikin gaduh dikelasnya, beliau akan tersingggung karena itu berarti ia tak dihormati.
7. Chūgo (忠義 – Loyal)
Beliau adalah satu orang yang loyal pada kampus. Ia tak pernah keberatan bila dimintai bantuan oleh kampus untuk mengisi sebuah acara atau semacamnya.

 

Ya, barangkali dari 7 prinsip itu, ada yang terkesan lebay. Tetapi jujur saja, sejauh pengamatan saya sebagai muridnya, beliau memang memiliki laku bushido.
Andai saja semua guru di Indonesia memiliki semangat laku bushido seperti Pak Dede Akhmad ini…

5 thoughts on “Semangat Bushido Seorang Dosen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s