AADC: Ingatan Bisa Usang, Tetapi Perasaan Tidak!

Saya telat. Ada pesan masuk di akun LINE saya, tapi saya abaikan. Ketika orang-orang sudah menonton video mini drama “Ada Apa Dengan Cinta?” Versi LINE, saya malah baru nonton.

Cover "Film Ada Apa Dengan Cinta?"

Cover “Film Ada Apa Dengan Cinta?”

Waktu nonton AADC berdurasi 10 menit ini, saya seperti dilemparkan kepada masa kecil saya. Waktu itu kalau tidak salah saya baru kelas 3 SD. Saya belum tahu itu film apa tapi saya ikut-ikutan nonton aja, saya baru bisa menikmatinya ketika saya menonton film itu kembali ketika SMA. Film AADC ini bagi mereka yang menginjak masa remaja pada tahun 2002 adalah sebuah museum kenangan.

Dalam film mini ini juga, sebenarnya LINE juga ingin menguji kita, apakah kita sudah move on dari film yang melegenda ini?
Apalagi bagi mereka yang hafal kalimat-kalimat terkenal dari film ini. Seperti: “Pecahkan saja gelasmu!” “Baru kali ini kulihat karya surga pada mata seorang hawa.”,”Basi! Madingnya udah terbit!” dan lain sebagainya, pasti akan sulit melupakan kenangan mereka pada film ini.
Coba bayangkan saja, setelah 12 tahun ditinggal Rangga, eh tiba-tiba ada pesan dari Ranggga nongol gitu aja di akun LINE Cinta. Apa yang anda rasakan jika jadi Cinta? Perasaan anda pasti seperti dihantam benda tumpul. Sakit.
Dari film pendek itu saya akhirnya menyadari: bahwa akhirnya ingatan barangkali bisa usang, tapi perasaan tidak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s