Musim Penghujan dan Kodok Kesayangan Pak Jokowi

Hujan telah singgah di bulan November. Orang-orang mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan yang bakal terjadi: banjir dan serangan flu. Dan diantara itu semua, ada yang paling saya rindukan dari musim hujan: suara kodok yang bersahut-sahutan. Suara kodok adalah irama yang menurut saya sangat syahdu, dan setiap musim hujan tiba suara ini akan selalu meramaikan hari. Mendengarkan suara kodok, saya seperti dibawa kepada masa kanak-kanak saya. Dulu waktu masih kanak-kanak saya gemar sekali mendengar suara kodok dan sesekali juga mempermainkan telur kodok. Warna telur kodok yang kuning pernah membuat saya bernafsu untuk memakannya. Namun, saya paling takut jika ada kodok di depan saya. Saya takut bila kodok itu melompat dan memuncratkan air seninya ke mata saya. Konon, air seni kodok bisa membuat mata menjadi buta. Karena itu saya takut.
Ngomong-ngomong soal kodok, saya jadi ingat pak Jokowi. Karena, beberapa hari setelah dilantik menjadi presiden, pak Jokowi mengutarakan kegemarannya pada hewan amfibi ini. Kodok adalah hewan kesukaan pak Jokowi. Katanya, suara kodok yang kwang-kwong kwang-kwong itu, bisa membuat otaknya menjadi fresh lagi bila penat karena urusan negara. Di tengah kebisingan kota Jakarta, suara kodok adalah hiburan tersendiri bagi Pak Jokowi.

kwak-kwok kodok

kwak-kwok kodok

Sungguh, sebelumnya saya tak pernah mengira bahwa bapak Presiden kita ini penggemar kodok―hewan yang sering kali di pandang sebelah mata. Karena, bila melihat kembali ke sejarah beberapa Presiden terdahulu, mereka semua memiliki beberapa hewan kesayangan yang lumrah. Pak Soeharto punya kuda dan sapi kesayangan. Pak Soekarno juga kuda. Gus Dur dengan burung perkutut. Dan pak SBY dengan kucing kesayangannya. Semuanya adalah hewan yang umum dipelihara.

Tapi kalau kodok? Sepertinya memang aneh. Tapi harapan saya, semoga dengan hewan favoritnya ini, pak Jokowi bisa terus tetap menjadi rendah hati.
Selamat bekerja pak. Semoga suara kodok itu bisa membuat anda relax selalu pak, di tengah protes rencana kenaikan harga BBM yang sedang marak.

One thought on “Musim Penghujan dan Kodok Kesayangan Pak Jokowi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s